JAMBI – Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, SE menyatakan kesiapannya mengimplementasikan hasil Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) 2026 atau retret Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI dalam penyusunan kebijakan daerah lebih strategis dan berkelanjutan. Hal ini ia sampaikan usai mengikuti retret yang digelar Lemhannas RI di Magelang, Jawa Tengah, pada 15-19 April 2026.
“Ini bukan sekadar kegiatan biasa. Kami berdiskusi dan bertukar pandangan dengan pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia. Banyak pengalaman dan strategi yang bisa diterapkan di Kota Jambi,” jelas Kemas Faried kepada media ini Senin (20/4/2026).
Lebih lanjut Kemas Faried mengatakan bahwa, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan utama, di antaranya membentuk pemimpin daerah berkarakter negarawan, memperkuat pemahaman terhadap visi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045, serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik melalui kolaborasi lintas sektor. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting memperluas wawasan kepemimpinan, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Ujar Faried.
Para peserta mendapatkan materi menyeluruh, mulai dari ketahanan nasional, geopolitik, hingga strategi menghadapi dinamika global. Menurutnya, berbagai pembekalan tersebut membuka sudut pandang baru dalam merumuskan kebijakan daerah yang lebih adaptif dan visioner.
Disiplin Kunci Perkuat Karakter Kepemimpinan
Kemas Faried mengatakan, salah satu poin utama dalam retret adalah pentingnya disiplin di berbagai aspek. Mulai dari disiplin kerja, waktu, hingga menyampaikan pesan kepada masyarakat.
“Banyak sekali yang saya dapat, terutama bagaimana membangun disiplin, baik dalam pekerjaan maupun dalam berkomunikasi kepada masyarakat,” ujar Faried.
Selain itu, peserta juga mendapat pemahaman tentang empat konsensus kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta semangat persatuan dan kesatuan. Penguatan nilai ini dinilai penting bagi pemimpin di tengah tantangan zaman.
“Pemahaman terhadap konsensus kebangsaan harus terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda yang kini lebih banyak mengakses informasi melalui teknologi digital. Generasi sekarang banyak belajar dari gadget, sehingga sentuhan langsung seperti ini penting untuk memperkuat pemahaman kebangsaan mereka,” ujar Kemas Faried Alfarelly yang juga merupakan Ketua Kwarcab Pramuka Kota Jambi.
Lebih lanjut, dalam retret juga disampaikan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait kriteria pemimpin ideal. Ada tiga hal utama, yaitu integritas, profesionalisme, dan jiwa kenegarawanan.
Menurut Kemas Faried, pemimpin berintegritas harus menjalankan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawab. Profesionalisme ditunjukkan melalui disiplin kerja. Sementara jiwa kenegarawanan terlihat dari kemampuan menyelesaikan masalah dengan pendekatan kekeluargaan serta mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan.
“Yang paling penting adalah menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya. Itu yang ditekankan dalam retret ini,” pungkasnya. (*)












