JAMBI – Di tengah tren seminar motivasi yang sering berakhir hanya menjadi catatan di buku tanpa aksi nyata, delapan mahasiswa-mahasiswi penerima Beasiswa Etos ID Jambi justru mendapatkan pengalaman berbeda dalam kegiatan Training Series bertajuk “Our Next Bigger Steps: Bertumbuh, Berani, dan Berdampak”, tadi malam (Sabtu, 20/6).
Kegiatan yang berlangsung dalam format coaching eksklusif dan intensif ini menghadirkan praktisi kebugaran, penulis, dan pengembang Muslim Bugar System, Coach Noe. Dengan jumlah peserta yang terbatas, suasana diskusi berlangsung lebih mendalam, personal, dan berorientasi pada perubahan nyata dibanding sekadar penyampaian materi satu arah.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak melakukan refleksi diri menggunakan berbagai tools pengembangan diri modern yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam. Mulai dari menemukan Big Why kehidupan, memahami potensi diri melalui pendekatan Ikigai, membangun kebiasaan unggul dengan prinsip Atomic Habits, hingga menyusun langkah-langkah transformasi yang terukur agar mampu memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat.
“Masalah terbesar generasi muda hari ini bukan kurangnya informasi, tetapi kurangnya kejelasan arah. Banyak yang sibuk bergerak, tetapi tidak tahu sebenarnya sedang menuju ke mana,” ungkap Coach Noe dalam salah satu sesi coaching.
Peserta juga diajak memahami bahwa keberhasilan bukanlah hasil dari motivasi sesaat, melainkan akumulasi dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang. Karena itu, fokus utama kegiatan bukan hanya membangun semangat, tetapi membantu peserta menyusun peta jalan pengembangan diri yang realistis dan dapat langsung diterapkan setelah kegiatan berakhir.
Menariknya, sesi ini juga menghubungkan aspek pengembangan diri dengan konsep Qowiyyul Jism (fisik yang kuat) sebagai salah satu fondasi penting produktivitas dan kepemimpinan. Menurut Coach Noe, mimpi besar membutuhkan energi besar, dan energi besar membutuhkan tubuh yang terjaga kebugarannya.
Para peserta yang merupakan mahasiswa-mahasiswi berprestasi penerima Beasiswa Etos ID terlihat aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta menyusun komitmen perubahan pribadi yang akan mereka jalankan dalam beberapa bulan ke depan. Format kelompok kecil memungkinkan setiap peserta mendapatkan umpan balik secara langsung dan lebih spesifik sesuai tantangan masing-masing.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa transformasi diri tidak selalu dimulai dari langkah besar, melainkan dari keberanian untuk mengenali diri sendiri, membangun kebiasaan yang tepat, dan mengambil satu langkah maju setiap hari.
Sebagai bagian dari komitmennya dalam menyebarkan edukasi pengembangan diri dan kebugaran Islami, Coach Noe juga terus mengembangkan berbagai konten edukatif melalui platform Muslim Bugar, yang bisa diakses secara gratis di saluran WhatsApp.
“Karena masa depan tidak dibangun oleh orang yang paling pintar, tetapi oleh mereka yang terus bertumbuh, berani melangkah, dan siap memberi dampak,” tutup Coach Noe. (*)












