Ketua IMI Kota Jambi Minta Penindakan Tegas Geng Motor dan Begal, Soroti Peran Orang Tua dan Sekolah

JAMBI – Maraknya aksi geng motor dan begal yang terjadi di Provinsi Jambi, khususnya di Kota Jambi, terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Berbagai aksi kriminalitas, tawuran antar kelompok hingga tindak kekerasan di jalanan membuat warga merasa tidak aman, terutama pada malam hingga dini hari.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Jambi, Adedi Putra, S.H., menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena tersebut. Menurutnya, keberadaan gerombolan geng motor dan pelaku begal saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat dan tidak bisa dianggap sebagai kenakalan remaja biasa.

“Banyak korban yang berjatuhan akibat ulah geng motor. Mereka kerap melakukan aksi tawuran antar kelompok di jalanan yang tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga masyarakat umum yang sedang beraktivitas,” ujar Adedi Putra, Jumat (10/7/2026).

Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus bertindak tegas terhadap para pelaku dan meningkatkan patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan di malam hari. Langkah preventif melalui patroli dinilai sangat penting untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan jalanan. Sejumlah patroli yang dilakukan Polda Jambi dan Polresta Jambi selama ini juga difokuskan untuk mengantisipasi aksi geng motor, tawuran, balap liar, dan kejahatan jalanan lainnya.

Menurut Adedi, upaya pemberantasan geng motor tidak cukup hanya mengandalkan aparat keamanan. Peran orang tua, pemerintah, dan pihak sekolah juga sangat menentukan dalam mencegah anak-anak terlibat dalam pergaulan yang salah.

“Para pelaku yang terlibat dalam aksi geng motor rata-rata masih berusia muda, bahkan sebagian masih berstatus pelajar. Karena itu pengawasan dari orang tua harus diperketat. Jangan biarkan anak-anak keluar rumah hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah dan sekolah untuk memperbanyak kegiatan positif bagi generasi muda, seperti olahraga, otomotif, seni, dan kegiatan sosial kemasyarakatan agar energi anak-anak dapat tersalurkan ke arah yang lebih bermanfaat.

“Berikan ruang bagi mereka untuk berkarya dan berprestasi. Kegiatan positif akan menjadi benteng agar anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh kelompok-kelompok yang mengarah pada tindakan kriminal,” tambahnya.

Fenomena geng motor sendiri saat ini menjadi perhatian serius berbagai pihak di Jambi. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar bahkan menegaskan bahwa pelaku geng motor akan ditindak tegas karena keberadaannya telah berkembang menjadi ancaman nyata terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Adedi berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, sehingga Kota Jambi terbebas dari aksi geng motor, begal, maupun berbagai bentuk kejahatan jalanan lainnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *